jam

IDA

IDA

Kamis, 05 November 2015

SEJARAH KPAD GK

Perpustakaan masyarakat adalah perpustakaan milik Dinas Pendidikan Masyarakat Kabupaten Gunungkidul yang merupakan salah satu kegiatan pendidikan luar sekolah dan disediakan untuk masyarakat umum di Kabupaten Daerah Tingkat II Gunungkidul yang juga merupakan embrio berdirinya Perpustakaan Umum Daerah Tingkat II Gunungkidul.
Pada tahun 1986 dibentuk Perpustakaan Umum Daerah Tingkat II Gunungkidul berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 18/188.45/6/1988 tertanggal 22 Januari 1988, tentang Pembentukan Perpustakaan Daerah Tingkat II Gunungkidul. Sesuai dengan Surat Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta tertanggal14 Juli 1986 Nomor: 661.1/1380 perihal Dinas Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan/Dinas Pendidikan Masyarakat Kabupaten Dati II Gunungkidul, keberadaan Perpustakaan Umum Daerah Tingkat II Gunungkidul menjadi bagian tugas dari Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Wilayah Daerah Tingkat II Gunungkidul (Bagian Sosial Sekretariat Wilayah Daerah Tingkat II Gunungkidul) dan berada di bawah Sub Bagian Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan.
Pada tahun 2000 terjadi perubahan kelembagaan yang disebabkan oleh otonomi daerah. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor: 23 Tahun 2000 maka dibentuklah dinas-dinas daerah. UPTD Perpustakaan dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor: 6 Tahun2001 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 23 Tahun 2000 tentang pembentukan dinas-dinas daerah dengan dihapuskannya bagian Sosial Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul.
Pada tahun 2006 terbentuklah Kantor Perpusta kaandanArsip Daerah Kabupaten Gunungkidul berdasarkanPeraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 12 tahun2006 dan Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor 39/KPTS/2007 tentang UraianTugas Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Gunungkidul.

VISI dan MISI
Visi :
Terwujudnya Perpustakaan dan Arsip Daerah sebagai media pembelajaran menembus batas dan informasi kreatif menuju masyarakat produktif yang berdayaguna
Misi :
Mengembangkan kompetensi SDM yang kreatif, inovatif, dan produktif
Mengembangkan sarana dan prasarana perpustakaan dan arsip berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang tepat guna
Mengembangkan pengelolaan dan layanan prima
Meningkatkan peran dan kapasitas kelembagaan secara internal dan eksternal.

STRUKTUR ORGANISASI
Bagan struktur organisasi Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Gunungkidul sebagaimana tertuang dalam Lampiran IX Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi, Kedudukan danTugas LembagaTeknis Daerah dapat dilihat dalam bagan berikut :

Selasa, 03 November 2015

ASAL USUL KABUPATEN GUNUNG KIDUL DAN WONOSARI


 Asal mula Kabupaten Gunungkidul dan Bupati Pontjodirjo, berawal dari runtuhnya kerajaan Majapahit. Beberapa orang pelarian dari Majapahit masuk melalui Gunung Gambar wilayah Kecamatan Ngawen, dan berhasil membuka hutan untuk tempat tinggal di Pongangan wilayah Kecamatan Nglipar. Salah seorang pelarian dari Majapahit, yang sekaligus sebagai pimpinannya dan masih bersaudara dengan Raja Brawijaya bernama R. Dewa Katong.

Di Pongangan R. Dewa Katong, karena kegigihan dan ketekunanya berhasil membangun sebuah dusun dan tidak lama kemudian banyak dihuni penduduk. Namun R.Dewa Katong tetap melakukan semedi bertapa, dengan maksud agar kelak anak cucunya menjadi orang yang berguna bagi orang lain serta tetap diberikan keselamatan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Tidak lama kemudian R. Dewa Katong mendapat wagsit bahwa permintaanya dikabulkan, akhirnya R. Dewa Katong pindah kehutan lain sekitar 10 Km dari Pongangan. Di tempat yang baru ini R. Dewa Katong karena usianya yang sudah tua akhirnya meningal dunia, dan tempat ini kemudian diberi nama Desa Katongan hinga saat ini.

Anak dari R. Dewa Katong yang bernama R.Suromejo, ternyata juga gigih membangun seperti orang tuanya, sehingga di Pogangan semakin ramai dihuni penduduk, karena keramaian itu kemudian R. Suromejo memutuskan untuk pindah tempat di dekat pohon Mojo yang tumbuh diatas karang, tempat ini kemudian diberi nama Karangmojo hingga saat ini.

Di Karangmojo, R. Suromejo berhasil membangun lingkungannya, sehingga di tempat yang baru ini juga menjadi ramai dihuni penduduk. Namun karena keberhasilanya ini akhirnya didengar oleh Raja Mataram Sunan Amangkurat Amral yang berkedudukan di Kartasuro. Tidak lama kemudian, Sunan Amangkurat Amral menugaskan Tumenggung Prawiropekso, untuk bisa membuktikan dan melihat secara langsung kebenaran berita yang menyebutkan bahwa pelarian dari Majapahit telah berkembang dan membangun Karangmojo.

Sesampainya di Karangmojo, Tumenggung Prawiropekso langsung memberikan nasehat kepada R. Suromejo agar secepatnya minta izin kepada Sunan Amangkurat Amral jika ingin tetap tinggal di Karangmojo, karena Karangmojo ini masuk kekuasaan Mataram. Namun R. Suromejo berpendapat lain, bahkan menyatakan bahwa tempat ini tidak ada dasar yang menentukan milik Sunan Amangkurat Amral. karena masing-masing mempertahankan argumentasinya, akhirnya terjadi peperangan.

Dalam peperangan ini akhirnya R. Suromejo kalah dan menyerah kepada Tumenggung Prawiropekso. Tiga orang putranya terbunuh dalam peperangan itu yaitu Ki Mitowijoyo, Ki Poncobenawi, Ki Ponco Sadewa (menantu) dan hanya seorang putranya masih hidup yaitu Ki Poncodirjo.

Ki Poncodirjo ini kemudian takluk, sehingga oleh Pangeran Sambernyowo ditunjuk dan diangkat menjadi Bupati Gunungkidul yang pertama dengan gelar Mas Tumenggung Poncodirjo pada tahun1831.

Namun demikian Mas Tumenggung Poncodirjo tidak lama menjabat menjadi Bupati, karena dengan adanya penentuan batas daerah Gunungkidul, antara Sultan dan Mangkunegoro II pada tanggal 13 Mei 1831. Maka Gunungkidul pada saat itu dikurangi Ngawen daerah enelave Mangkunegara telah menjadi daerah Kadipaten.

Selanjutnya, Gunung Kidul terjadi pada masa berdirinya Kesultanan Yogyakarta. Kala itu yang menjadi raja adalah Sultan Hamengku Buwono I. Pada waktu pemerintahannya, daerah sepanjang pesisir Laut Selatan masuk ke dalam wilayah Kesultanan Yogyakarta. Namun, pada waktu itu namanya bukan Gunung Kidul, tetapi Sumengkar [sekarang wilayah Sambi Pitu, Gunung Kidul].

Sumingkar itu berasal dari kata “sumingkir” yang berarti menyingkir dalam bahasa Indonesia. Menurut sejarah dan keadaan masyarakat Sambi Pitu, mereka adalah pelarian dari Majapahit, yang menyingkir ke hutan Gunung Kidul saat itu. Berawal dari Brawijaya yang melarikan diri ke hutan Gunung Kidul dan “babad alas”, dan menjadikannya desa serta meninggalkan budaya yang beraneka. Kemudian Brawijaya moksa di Guwa Bribin, Semanu, dikarenakan ketika diminta masuk Islam  oleh Sunan Kalijaga tidak mau. Seperti halnya kini masyarakat yang telah menyebar di Rongkop, Semanu, Karangmojo, Ngawen, Nglipar, Sambi Pitu, saperangan Pathuk, dan Panggang, mereka telah menetap di hutan Gunungkidul sebelum terjadinya Palihan Nagari (perjanjian Giyanti) di Surakarta. Terbukti dengan adanya kebudayaan Jawa Asli-Hindhu-Buda-praIslam, seperti: tledhek, rasulan, cing nggoling, babad alas, reyog, peninggalan Hindu dan Buddha, dan sebagainya.

Di Sumingkar Adipati Wiranagara didapuk menjadi adipati. Beliau memiliki dua istri, yang pertama berasal dari Sumingkar, dan yang satunya adalah pemberian Sultan. Dikarenakan istri yang satu dari kraton Ngayogyakarta, sudah dapat dipastikan semua adipati mendapatkan kesenangan dalam bentuk apa saja dari rajanya. Suatu ketika sang adipati bertamu ke Kraton Ngayogyakarta, beliau mendapat titah dari Kanjeng Sultan supaya memindahkan kota Praja Kabupaten Gunungkidul yang saat itu berada di Sumingkar (Sambi Pitu) menuju Hutan Nangka Dhoyong [yang kini menjadi Kabupaten Gunung Kidul]. Kota praja kabupaten Gunungkidul perlu  dipindhah menurut tata letak tempat, sehingga kurang pas. Dan dirasa oleh Sultan kurang memberikan kenyamanan menyeluruh di kabupaten Gunungkidul. Itulah yang diceritakan oleh rakyat. Setelah pulang dari Kraton Ngayogyakarta, Adipati Wiranagara memanggil seluruh orang kepercayaan  di Sumingkar supaya datang ke pendhapa kabupaten. Namun hingga waktu yang telah di tentukan sang Adipati belum juga memulai pertemuan di karenakan Demang Wanapawira, yaiku Demang Piyaman (wilayah Piyaman sampai Nglipar sekarang ini), belum terlihat di pendhapa kabupaten. Para hadirin yang ada disana saat itu memiliki pandangan yang berbeda tentang belum hadirnya Demang Wanapawira. Sebelum Demang Wanapawira tiba, Rangga Puspawilaga asal Siraman, berkata kepada Adipati Wiranagara supaya Demang Wanapawira diberi hukuman karena terlambat datang. Namun usul itu tidak disetujui Sang Adipati bahkan Sang Adipati marah kepada Puspawilaga.

Dikarenakan Demang tak kunjung datang, maka Adipati Wiranagara pun memulai pertemuan itu. Beliau menceritakan kepada para hadirin saat itu. Namun mereka hanya bisa terdiam saat Adipati memerintahkan untuk membabad Hutan Nangka Dhoyong yang terkenal angker. Dan Sang Adipati pun menjelaskan jika tidak dilakukan pembabadan dan tidak memindahkan Kadipaten Sumingkar maka akan terjadi bencana hingga seluruh Kesultanan Ngayogyakarta. Adipati meminta agar dari sekian yang hadir berkenan melaksanakan titah Sultan, namun semua hanya diam. Sehingga beliau pun ingin melakukan titah Sultan sendirian. Namun tetika pernyataan itu muncul datanglah Sang Demang Wanapawiro. Sang Demang pun bersedia membabad Alas Nangka Dhoyong untuk membangun kota praja Kabupaten Gunungkidul, seperti halnya titah Sultan Hamengkubuwana.

Sebelum melaksanakan babad alas, Demang Wanapawiro menuju Piyaman meminta saran kepada Nyi Nitisari. Nyi Niti adalah saudara kandung dari Demang Wanapawiro. Mereka termasuk dari keturunan pelarian Majapahit waktu itu. Nyi Niti itu adalah orang yang terkenal di Gunung Kidul. Beliau dikenal supranatural dan paham tentang Hutan Nangka Dhoyong. Nyi Niti menyarankan sebelum babad alas agar melakukan selametan dan pensucian diri.

Kemudian Demang Wanapawiro dibantu dalam melaksanakan tirakat di bawah pohon tua yang besar. Mereka selalu mendapatkan gangguan dari jin dan makhluk halus lainnya. Namun semua itu dilalui tanpa takut. Malah makhluk-makhluk itu yang kalah. Dan munculah Nyi Gadhung Melati penghuni sekaligus utusan penguasa Laut Kidul, sehingga terjadilah pertarungan antara mereka. Dalam perterungan ini tak satupun yang dapat dikalahkan sehingga muncul perundingan dan Nyi Niti serta Demang Wanapawiro menceritakan niat mereka untuk babad alas untuk menjadikan Kota Praja. Akhirnya Nyi Gadhung Melati merestui tentu atas ijin Ratu Kidul. Namun harus ada syaratnya, yaitu agar pohon tua itu tidak ditebang supaya untuk menjaga masyarakat menempati wilayah itu nantinya. Syarat itu pun disetujui oleh Nyi Niti serta Demang Wanapawiro. Dan Nyi Gadhung Melati dengan segera memerintahkan kepada para Jin untuk membantu terwujudnya Kota Praja dengan membabad Hutan Nangka Dhoyong.

Setelah perundingan selesai, Demang Wanapawiro segera menghadap Adipati Wiranagara untuk meminta persetujuan agar segera terlaksana dalam babad alas tersebut. Nyi Niti serta Demang Wanapawiro yang dibantu oleh penduduk Piyaman mengadakan selametan untuk babad alas. Diceritakan juga bahwa penduduk Piyaman ikut membantu babad alas dikarenakan lihai dan terbiasa babad alas. Kini terwujudlah Kota Praja yang diinginkan Sultan Hamengkubuwana I.

Adipati Wiranagara memuji Demang Wanapawiro yang bisa mengubah hutan belantara menjadi sebuah kota. Diceritakan ada salah satu Putri dari Kepanjen Semanu (putra-putrinnya Panji Harjadipura) bernama Rara Sudarmi yang bersama Mbok Tuminah. Rara Sudarmi bertemu dengan Demang Wanapawiro yang juga menyukai Rara Sudarmi. Rara Sudarmi lan Mbok Tuminah akhirnya bertamu ke rumah Nyi Niti yang tak lain adalah saudara jauh dari Panji Harjadipura ayah Rara Sudarmi. Singkat cerita, Demang Wanapawira dan Rara Sudarmi dijodohkan dan menikah yang disaksikan oleh Ki Niti dan Mbok Nitisari.

Dalam waktu yang tidak lama Kota Praja yang dulunya Hutan Nangka Dhoyong kini menjadi ramai. Adipati Wiranegara sekali lagi memberi keparcayaan kepada Demang Wanapawira agar dapat membangun koya praja yang asri dan indah. Adipati Wiranegara melaporkan karya Demang Wanapawira kepada Sultan Hamengkubuwana melalui Patih Danureja. Karena jasanya dalam membabad Alas Nangka Dhoyong menjadi kota yang asri. Rakyat rakyatpun memuji Demang Wanapawira.

Peresmian bekas Hutan Nangka Dhoyong pun terlaksana dan Sultan Hamengkubuwana I member tanda Kota Nangka Dhoyong diambil dari nama ‘Wanapawira’ digabungkan dengan nama ‘Nitisari’, menjadi ‘Wanasari’. Sekarang biasa disebut ‘Wonosari’. Adapula yang menyebut nama kutha praja Gunungkidul yang terbentuk dari babad alas ini berasal dari nama ‘Wana’ yang berarti ‘alas’ atau hutan dalam bahasa Indonesia, dan kata ‘asri’ yang sering terucap ‘sari’artinya ‘endah’ atau indah dalam bahasa Indonesia.

Kemudian Demang Wanapawira diangkat menjadi adipati dengan gelar Adipati Wiranegara II. Panji Harjadipura diangkat jadi patih panitipraja Kabupaten Gunungkidul. Akhirnya nama Wanapawira dan Rara Sudarmi menyatu. Dimana Wanapawira, (‘Wana’ atau  ‘wono’ berarti ‘alas’ atau hutan, ‘pawira’ berarti ‘wong lanang-kendel-prajurit/ seorang prajurit lelaki yang tangguh’), bisa ‘membabad’ semua kadurhakaan yang ada di kanan kirinya, dengan kesungguhan dalam hatinya. Yaitu ‘alas rowe/kekuatan’ di dalam hati. Tentu dengan ‘ilmu’ dan ‘saudara’ yang dapat menguatkan dirinya, menjadi ‘tukang babad’, sesungguhnya.

Sumber sumber berasal dari cerita lisan (cerita rakyat) yang sementara masih menjadi misteri di Gunungkidul sebelah lor-kulon [utara-barat]. Diceritakan oleh Sastra Suwarna, mantan Kadus Piyaman I, Gunungkidul, dengan tambahan yang dirasa perlu untuk penulisan. Serta masih ada cerita yang belum tersingkap di Karangmojo-Ponjong-Semanu mengenai asal usul Kota Wonosari Kabupaten Gunungkidul, yang dirasa berbeda ‘kepentingan’ dengancerita lisan ini. Atau versi babad yang bewujud buku atau naskah yang tersimpan rapat di dalam Kraton Ngayogyakarta.

Untuk Kabupaten Gunungkidul, data yang saya peroleh menyimpulkan bahwa hari lahir Kabupaten Gunungkidul adalah Hari Jumat Legi tanggal 27 Mei 1831 atau Tahun Jawa 15 Besar Tahun Je 1758 dan dikuatkan dengan Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Gunungkidul No : 70/188.45/6/1985 tentang Penetapan hari, tanggal bulan dan tahun Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul yang ditandatangani oleh bupati saat itu Drs KRT Sosro Hadiningrat tanggal 14 Juni 1985.

BUPATI YANG PERNAH MEMIMPIN KABUPATEN GUNUNGKIDUL:

1. Mas Tumenggung Pontjodirjo
2. Raden Tumenggung Prawirosetiko
3. Raden Tumenggung Suryokusumo
4. Raden Tumenggung Tjokrokusumo
5. Raden Tumenggung Padmonegoro
6. Raden Tumenggung Danuhadiningrat
7. Raden Tumenggung Mertodiningrat
8. KRT. Yudodiningrat
9. KRT. Pringgodiningrat
10. KRT. Djojodiningrat
11. KRT. Mertodiningrat
12. KRT. Dirjodiningrat
13. KRT. Tirtodiningrat
14. KRT. Suryaningrat
15. KRT. Labaningrat
16. KRT. Brataningrat
17. KRT. Wiraningrat
18. Prawirosuwignyo
19. KRT. Djojodiningrat, BA
20. Ir. Raden Darmakun Darmokusumo
21. Drs. KRT. Sosrodiningrat
22. Ir. Soebekti Soenarto
23. KRT. Harsodingrat, BA
24. Drs. KRT. Hardjohadinegoro (Drs.Yoetikno)
25. Suharto, SH.
26. Prof. DR. Ir. H. Sumpeno Putro, M.Sc
27. Hj. Badingah, S.Sos. [saat ini]

Situs Sejarah:

Pertapan Kembang Lampir (tempat turunnya wahyu kerajaan Mataram Islam)
Pesarehan Ki Ageng Giring IV
Pesarehan R. Bondan Kejawan
Prasasti Ngobaran, dll

Secara yuridis, status Kabupaten Gunungkidul sebagai salah satu daerah kabupaten kabupaten yang berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri dalam lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta dan berkedudukan di Wonosari sebagai ibukota kabupaten, ditetapkan pada tanggal 15 Agustus 1950 dengan UU no 15 Tahun 1950 jo Peraturan Pemerintah No 32 tahun 1950 pada saat Gunungkidul dipimpin oleh KRT Labaningrat.
Guna mengabadikan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul dibangun prasasti berupa tugu di makam bupati pertama Mas Tumenggung Pontjodirjo dengan bertuliskan Suryo sangkala dan Condro sangkala berbunyi : NYATA WIGNYA MANGGALANING NATA ” HANYIPTA TUMATANING SWAPROJO” Menuruut Suryo sangkala tahun 1831 dibalik 1381, sedang Condro sangkala 1758 dibalik 8571.
Arti Logo

Sesuai dengan Perda Nomor : 1 tahun 1968 Lambang Daerah pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengandung makna tersendiri sebagai berikut :
1.      Perisai sebagai alat penangkis serangan musuh/untuk melindungi diri.
2.      Bintang bersudut 5(lima) berwarna kuning emas, mengingatkan akan keagunganl Tuhan Yang Maha  Esa sebagai sumber segala perikehidupan dan penghidupan serta "Sangran paraning dumadi".
3.      Lukisan pohon beringin yang melambangkan pengayoman, tempat berteduh bagi rakyat yang  memerlukan pimpinan dan perlindungan dengan 5 (lima) akar dasar yang berarti bahwa  kepemimpinan di dalam Daerah Kabupaten Gunungkidul berdasarkan dan berlandaskan Falsafah  Negara Republik Indonesia: Pancasila.
4.      Pohon bercabang 3 (tiga) melambangkan, bahwa Pemerintah sebagai pelindung dari rakyat  mempunyai 3 (tiga) bidang, yakni : legislatif,eksekutif dan yudikatif. Pohon beringin mempunyai sulur (akar angin) 8 buah (sebelah menyebelah pokok pohon 4  sulur) berarti bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul dalam melindungi, membina dan  memimpin maupun memerintah rakyat mengulurkan tangannya dan memberikan kesempatan kepada  rakyat untuk ikut serta secara aktif dalam pemerintahan dengan jalan melaksanakan dan  memberikan social control, social participation dan social responbility sehingga dapat tercapai  koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplifikasi.
5.      Roda bergigi, dalam naungan/pengayoman pemerintah, rakyat Gunungkidul giat membangun segala  bidang yang dilukiskan dengan sebuah roda bergigi berwarna putih perak, karenanya pembangunan  dilaksanakan dengan kesucian lahir batin.
6.      Lukisan busur panah berwarna merah putih berarti rakyat Gunungkidul gigih berjuang melawan  semua penghambat pembangunan di segala bidang yang ada dalam semangat kesatuan dan  persatuan yang digambarkan dengan, warna-warni sang saka, bendera pusaka kita:merah putih.
7.      Setangkai daun ketelah pohon (singkong) menggambarkan hasil produksi terbanyak didaerah     Gunungkidul.
8.      Sepasang burung lawet berwarna hitam menggambarkan salah satu hasil daerah Gunungkidul yang  tinggi nilainya yakni sarang burungnya. Selain itu burung lawet adalah burung yang tahan hidup di  daerah yang sangat sulit. Demikian pula rakyat Gunungkidul, meskipun tempat tinggalnya tandus dan sangat sulit, namun dengan semangat dan penuh keinsyafan dan rasa tanggung jawab  terhadap generasi yang akan datang selalu berusaha dengan sekuat tenaga menghasilkan kerja  yang kondusif dan produktif.
9.      Keris luk 5, dapur : Pandawa, berwarna kuning emas, mewujudkan senjata ampuh dan naluri di  tangan dan pemimpin-pemimpinnya dalam menghadapi segala tantangan dan rintangan.
10.  Sederetan bukit berjumlaha 8 (delapan) buah menggambarkan daerah Gunungkidul yang berbukit-  bukit. Perlu kemantapan serta keteguhan hati untuk mengolahnya. Bukit yang berjumlah 8  (delapan) buah melambangkan "Hasta Dharma yaitu :
·         Pengayoman seluruh rakyat tanpa membedakan golongan aliran dan agama.
·         Pemberi petunjuk dan bimbingan kepada rakyat menunjukkan ketertiban dan keamanan.
·         Penyuluh dalam gelap dan penolong dalam penderitaan bagi seluruh lapisan masyarakat,    sehingga  terjadi ketenangan dan ketentraman lahir dan batin.
·         Pembina semangat kehidupan masyarakat sehingga tertanam sikap dan sifat dinamis, konstruktis,  dan korektif.
·         Pembangkit dan pemupuk daya cipta menuju ke arah kesejahteraan masyarakat.
·         Sifat sabar, tekun, ulet dan bijaksana agar dapat menampung dan mencarikan penyelesaian segala  persoalan hidup dan kehidupan rakyat sehari-hari.
·         Penggerak segala kegiatan masyarakat menuju tercapainya masyarakat adil makmur yang diridhoi  Tuhan Yang Maha Esa.
·         Memberantas kejahatan dan kemaksiatan dengan jalan bertindak tegas, adil dan jujur tanpa  pandang bulu dan harus menjadi teladan didalam kebaikan lahir, batin dan kemaslahatan.
11.  Setangkai padi berisi 5 (lima) butir padi berwarna kuning emas melambangkan kemakmuran Bangsa  Indonesia umumnya dan khususnya yang dicita-citakan rakyat Gunungkidul dalam bidang pangan.
12.  Setangkai kapas berbunga 4 (empat) buah dan berdaun 8 (delapan) helai melambangkan  kemakmuran Bangsa Indonesia umumnya dan Kabupaten Gunungkidul khususnya pada bidang  sandang.
13.  Lukisan laut dengan gelombang/ombak yang berjumlah 17 (tujuh belas) berwarna putih perak  menggambarkan bahwa Daerah Kabupaten Gunungkidul berbatasan dengan Lautan Indonesia  yang kaya raya.
14.  Rumput laut yang digambarkan berwarna coklat mewujudkan hasil Gunungkidul yang penting.
15.  Sehelai pita kuning bertuliskan "GUNUNGKIDUL" sebagai petunjuk bahwa lambang tersebut milik  Daerah Kabupaten Gunungkidul
16.  Warna-warna melambangkan sifat sebagai berikut :
Ø  Kuning/kuning emas : keluhuran yang bijaksanya atau cendekia
Ø  Hijau : doa, harapan dan Kepercayaan.
Ø  Biru : ketaatan, kesetiaan
Ø  Hitam : Kemantapan, keteguhan dan kekekalan
Ø  Merah : berani yang gagah perkasa
Ø  Putih : Kesucian yang bersih tanpa pamrih
Ø  Cokelat : kokoh, sentosa 
Nilai Budaya
Pesanggrahan Gembirowati 
Bangunan periode Islam ini terletak di Dusun Watugajah Desa Girijati Kecamatan Purwaosari. Situs ini seluas 13.200 meter persegi dan terletak di ketinggian 138 mdpl. Memliki struktur bangunan berteras dan berbahan batu putih. Di dalam OV (Oudheidkundige Verslag) tahun 1925 FDK Bosch menyebut bangunan ini berasal dari abad XVI dan berdasar gaya arsitektur dan pilar-pilar yang masih nampak bercorak Islam. Kisah tutur yang berkembang di masyarakat sekitar, pesanggrahan ini merupakan pesanggrahan putra-putra Prabu Brawijaya.


Gunung Kidul memiliki semboyan HANDAYANI :

H kependekan dari Hijau berarti :
Bahwa penghijuaan di Kawasan Kabupaten Gunungkidul tetap dan terus digalakkan agar tetap hijau sehingga menambah dan meningkatkan kesuburan dan karena hijau adalah kunci keberhasilan pebangunan di Kabupaten Gunugkidul.

A kependekan dari Aman berarti:
Bahwa suasana di Kabupaten Gunungkidul diharapkan selalu dala keadaan aman dan tentram, yang senantiasa terjaga ketertiban dan keamanannya sehingga dapat menunjang stabilitas nasional.

N kependekan dari Normatif berarti:
Segala tidakan semua aparat pemerintah beserta masyarakat senantiasa berdasarkan hukum dan peraturan perudang-undangan yang berlaku untuk mewujudkan aparatur pemerintah yang bersih dan wibawa serta masyarakat dan sadar hukum.

D kependekan dari Dinamis berarti:
Masyarakat dalam melaksanakan kegiatan pembangunan penuh semangat, jiwa dan tenaga sehingga dapat bergerak dan mudah menyesuaikan diri dengan keadaan dalam mencapai keberhasilan pembangunan.

A kependekan dari Amal berarti:
Masyarakat Gunugkidul senantiasa sadar untuk melakukan amal shaleh dan atau
perbuatan luhur dengan berlandaskan iman yang kuat serta taqwa kepada Tuha YME.


Y kependekan dari Yakin berarti:
Aparatur pemerintah dan masyarakat harus percaya diri sendiri, tegas dan mantap dalam bertindak dan mengambil keputusan sehigga dalam melaksanakan setiap program kerja/kegiata pembangunan di yakini dapat berhsil dengan baik dan semakin meningkat.

A kependekan dari Asah Asih Asuh berarti :
Untuk menggrakkan masyarakat Gunungkidul dalam melaksanakan pembangunan senantiasa mengembangkan sikap-sikap mendidik/melatih dengan penuh kasih sayag, dan membimbingnya serta memelihara supaya dapat mempunyai kemampuan untuk mandiri.

N kependekan dari Nilai Tambah berarti:
Hasil dari setiap usaha diharapkan selalu mempunyai nilai tambah sehingga dapat semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

I kependekan dari Indah berarti:
Lingkungan panorama alam Gunungkidul yang indah, menarik dan menawan perlu dilestarikan serta obyek-obyek wisata relijious, wisata budaya,wisata sejarah, wisata pantai, wisata goa maupun wisata hutan perlu ditingkatkan penataannya agar lebih menarik para wisatawan sehingga mampu menambah dan meningkatkan pendapatan daerah.

Saya tulis ulang cerita ini dari berbagai sumber blog. Serta saya tambahkan kata yang diperlukan saat menyusun dan menyatukan cerita ini. Dalam menyatukan cerita-cerita ini, saya tidak bermaksud untuk melecehkan atau merusak cerita yang sudah ada terlebih dahulu.
Sumber :
http://www.wonosari.com/t2889-note-asal-usul-wonosari-pada-babad-alas-nangka-dhoyong yang berbahasa Jawa dan saya terjemahkan dalam bahasa Indonesia.
http://rhm.awardspace.com/sejarah.php
http://kekunaan.blogspot.com/2012/06/asal-mula-gunung-kidul.html
http://tengkoraksakti.blogspot.com/2010/10/gunung-kidul-sejarah-asal-usul-dan-yang.html
http://www.depdagri.go.id/pages/profil-daerah/kabupaten/id/34/name/di-yogyakarta/detail/3403/gunung-kidul
http://dwi-jo.blogspot.com/2011/03/arti-gunungkidul-handayani.html

Kamis, 29 Oktober 2015

                                                Kearsipan


A.    Pengertian Dokumentasi


1.     Menurut Kamus Bahasa Inggris
Dokumentasi berasal dari bahasa Inggris yaitu “documentation”. Menurut bahasa Latin “documentum” yang artinya pencarian, penyelidikan, pengumpulan, penyusunan, pemakaian dan penyediaan dokumen untuk mengadakan/mendapatkan keterangan-keterangan dan penerapan-penerapan dan bukti.
2.     Menurut Ensiklopedia Indonesia
Dokumentasi adalah perincian, pengumpulan, serta peraturannya.
3.     Menurut Kepustakaan
Dokumentasi adalah penerapan ilmu pengetahuan seperti pengadaan dokumen, pengolahan, penyebaran serta perluasan jasa perpustakaan.
4.     Menurut Hasil Seminar
Dokumentasi adalah suatu aktivitas bagi suatu badan yang melayani badan tadi  degan menyajikan hasil pengolahan bahan-bahan dokumen yang bermanfaat bagi badan yang mengadakan dokumen.
5.   Menurut FID ( Federation International Documentation )
      Dokumentasi adalah pekerjaan mengumpulkan, menyusun dan menyebarluaskan dokumen dari segala macam jenis lapangan aktivitas manusia.
6.  Menurut NIDER ( Nedelance Institut Voor Documentatie Regristratur )
            Dokumentasi adalah tugas memberi keterangan-keterangan yang didasarkan pada bahan-bahan yang ada di perpustakaan dan pemberitahuan tentang literatur. Lanjutkan Membaca


Latihan
1.     Jelaskan pengertian :
a.      Dokumen korporil
b.     Dokumen literer
c.      Dokumen intelektual
d.     Dokumen tekstual
2.     Buatlah dokumen pribadi yang berguna bagi kepentingan masa depan Anda ! Bagaimana langkah-langkahnya ? Coba jelaskan !
3.     Anda sebutkan pembagian dokumen menurut :
a.      Jenisnya
b.     Sifatnya
c.      Litelatur
d.     Kepentingannya
4.     Apa manfaat bagi Anda mengetahui penggolongan dokumen ? Jelaskan !
5.     Berikan contoh konkret dari manfaat dokumen dalam kehidupan Anda sehari-hari !

JAWABAN :
1.     a. Dokumen korporil adalah dokumen yang mencakup materi tercetak, tidak tercetak, prasati, manuskrip, dan benda seni yang disimpan di museum dan perpustakaan.
b. Dokumen literer adalah setiap bahan tercetak dan noncetak yang mengandung informasi atau ketrangan tertentu yang berguna.
c. Dokumen intelektual adalah dokumen yang mengacu kepada tujuan, isi subjek, sumber, metode penyebaran, cara memperoleh, keaslian dokumen dan sebagainya.
d. Dokumen tekstual adalah dokumen yang menyajikan informasi dalam bentuk tertulis. Misalnya peta, grafik, gambar, rekaman, monumen dan sejenisnya.
      3.   a. Pembagian dokumen menurut jenisnya, yaitu :
1)     Dokumen fisik
2)      Dokumen intelektual
b. Pembagian dokumen menurut sifatnya, yaitu :
1)     Dokumen tekstual
2)     Dokumen nontekstual
c. Pembagian dokumen menurut literatur, yaitu :
1)     Dokumen korporil
2)     Dokumen literer
d. Pembagian dokumen menurut kepentingannya, yaitu :
1)     Dokumen pribadi
2)     Dokumen ekonomi
3)     Dokumen sejarah
4)     Dokumen kedokteran
5)     Dokumen pemerintahan

4. Manfaat bagi saya adalah saya menjadi tahu macam-macam dokumen menurut pembagian tersebut dan menjadikan saya lebih mudah dalam menyortir jenis-jenis dokumen berdasarkan golongannya.

5. Saya dapat mengelompokkan dokumen-dokumen pribadi saya sesuai dengan penggolongan-penggolongannya.

RECORD
record adalah setiap lembaran yang berisi keteranagn-keterangan/ data.
Data adalah fakta/angka-angka yang dapat memberikan suatu keterangn/ informasi yang dapat memberikan suatu kesimpulan terhadap suatu masalah/ sesuatu hal.

MACAM-MACAM RECORD

·       Menurut isi

1. Financial Record
2. Inventory Record
3. Personal Record
4. Sales Record
5. Production Record

·       Menurut Wujudnya

1. Surat
2. Naskah Perjanjian
3. Akta Pendirian Perusahaan
4. Notuen Rapat
5. Laporan-laporan
6. Kuitansi
7. Bon Penjualan
8. Naskah Berita Acara
9. Pita Rekaman
10. Gambar-gambar / foto
11. Tabel-tabel

·       Menurut Kegunaannya

1. Record yang  mempunyai kegunaan informatif
2. Record yang mempunyai kegunaan yuridis ( hukum )
3. Record yang mempunyai kegunaan Ilmiah
4. Record yang mempunyai kegunaan historis

·       Menurut Sifat / Kepentingannya

1. Record Nonesensial
2. Record yang diperlukan
3. Record yang penting
4. Record Vital


MACAM-MACAM ARSIP

1. Menurut tingkat penyimpanan dan pemeliharaannya
a.        Arsip Nasional di Ibukota RI sebagai inti organisasi dari lembaga Kearsipan Nasional selanjutnya disebut Arsip Nasional Pusat

b.       Arsip Nasional di tiap-tiap Ibukota Daerah tingkat 1 termasuk daerah-daerah yang setingkat dengan daerah tingkat 1 ( DIY, DKI Jakarta ) yang selanjutnya disebut Arsip Nasional Daerah.
2. Arsip Primer dan Sekunder
3. Arsip Sentral dan Arsip Unit
4. Makro dan Mikro arsip
5. Arsip statis dan Arsip dinamis
6. Arsip Abadi dan Arsip Tidak Abadi

Kedudukan Kearsipan Dalam Suatu Organisasi/ Instansi
A. Organisasi kearsipan
          Di negara Republik Indonesia organisasi kearsipan ditetapkan dalam pasal 8 UU    No. 7 Tahun 1971 tentang ketentuan-ketentuan pokok kearsipan tersiri dari :
1. Unit- unit kearsipan pada lembaga-lembaga negara dan badan-badan pemerintah    pusat dan daerah.
2.  menurut tingkat penyimpanan dan pemeliharaannya

   a. Arsip Nasional di Ibukota RI sebagai inti organisasi dari lembaga kearsipan nasonal selanjutnya disebut Arsip Nasional Pusat.

   b. Arsip Nasional ditiap-tiap ibu kota daerah tingkat 1 termasuk daerah-daerah yang setingkat dengan daerah tingkat 1 (DIY, DKI Jakarta) yang selanjutnya disebut arsip Nasional Daerah.
B. Tugas-tugas Kearsipan
     Yang dilakukan oleh petugas kearsipan :
1. Menyimpan berkas surat dinas
2. Pemeliharaan dan pengendalian berkas surat dinas
3. Penyusunan kembali berkas surat dinas yang disimpan.
C. Persyaratan Umum Petugas Kearsipan
    Untuk menjadi petugas arsip yang baik diperlukan syarat-syarat sebagai berikut :
1. Ketelitian
2. Kecerdasan dan Pengetahuan umum
3. Keterampilan
4. Kerapian

    Littlefield dan Peterson dalam bukunya Modern Office Management menyebutkan 6 syarat yang perlu bagi seorang pegawai arsip yaitu :

1. Berpendidikan sekolah menengah dan memiliki kecerdesan rata-rata yang normal
2. Memahami susunan abjad dengan baik dan memiliki penglihatan yang tajam.
3. Memiliki sifat kecermatan
4. Memiliki suatu pikiran yang tertarik pada perincian-perincian yang kecil-kecil
5. Memiliki sifat kerapian dalam bekerja
6. memiliki sifat pertimbangan yang baik

D. Asas-asas Kearsipan
     Asas-asas kearsipan yang biasa dipakai yaitu :
ASAS SENTRALISASI
Asas Sentralisasi adalah pengurusan surat/ arsip dilakukan oleh satu bagian kantor/ unit tersendiri yang dikenal dengan unit arsip dan ekspedisi.
         Kebaikan :
1. Asas Sentralisasi
   Kebaikan-kebaikan Asas Sentral
2. Mudah menyeragamkan cara kerja
   Pengawasan yang efektif dapat ditingkatkan
3. Penghematan biaya dan peggunaan perabot serta alat-alat kantor dapat kebih hemat
4. Penggunaan tenaga kerja lebih fleksibel
5. Mudah mengatur dan meratakan beban kerja kegiatan kantor.    
         Kekurangan :
1. Mengalami hambatan dan kelambatan dalam penanganan
2. Kebutuhan khas masing-masing unit belum dapat dipenuhi oleh unit yang merupakan pusat perkantoran
3. Kurang dapat dirasakan kemanfaatannya bagi perusahaan

ASAS DESENTRLISASI

Asas Desentralisasi adalah segala kegiatan dilakukan oleh setiap unit dalam suatu organisasi sehingga masing-masing unit dapat mengurus sendiri pekerjaan yang dibutuhkan oleh lingkungannya.

Kebaikan :

1. Pekerjaan akan lebih lancar
2. Memudahkan dalam penanganan

Kelemahan :

1. Memboroskan biaya kantor
2. Banyak membutuhkan peralatan dan tenaga kerja
3. Sulit mengadakan pengawasan

ASAS GABUNGAN
Asas Gabungan adalah gabungan dari asas sentralisasi dan desentralisasi. asas ini digunakan pada organisasi kantor yang telah berkembang.











MANAJEMEN ADNINISTRASI PERKANTORAN

Manajemen administrasi perkantoran merupakan bagian dari manajemen yang memberikan informasi layanan bidang administrasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efektif dan memberi dampak kelancaran pada bidang lainnya.



Pengertian menurut para ahli:



  • Edwin Robinson dan William Leffingwell 

"Manajemen Perkantoran dapat didefinisikan sebagai perencanaan, pengendalian, dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran, serta penggerakkan mereka yang melaksanakannya agar mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan lebih dahulu."

  • George R. Terry  

"Manajemen perkantoran adalah perencanaan, pengendalian dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran, serta penggerakan mereka yang melaksanakan agar mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan."

  • Millis Geoffrey 

"Manajemen kantor adalah seni membimbing personel kantor dalam menggunakan sarana yang sesuai dengan lingkungannya demi mencapai tujuan yang ditetapkan."

  • W.H. Evans 

"Administrasi perkantoran merupakan fungsi yang menyangkut manajemen dan pengarahan semua tahap operasi perusahaan mengenai pengolahan bahan keterangan, komunikasi, dan ingatan organisasi."'
Dengan demikian, pada pokoknya manajemen perkantoran merupakan rangkaian aktivitas merencanakan, mengorganisasi (mengatur dan menyusun), mengarahkan (memberikan arah dan petunjuk), mengawasi dan mengendalikan (melakukan kontrol) sampai menyelenggarakan secara tertib sesuai tujuan mengenai sesuatu hal atau kegiatan. Hal atau sasaran yang terkena oleh rangkaian kegiatan itu pada umumnya ialah pekerjaan perkantoran (office work). Yang termasuk pekerjaan perkantoran diantaranya:

mengetik (typing)
menghitung (calculating)
memeriksa (checking)
menyimpan warkat/arsip (filing)
menelepon (telephoning)
menggandakan (duplicating)
mengirim surat (mailing)
mengadakan
mencatat
menyortir


Aspek-aspek manajemen perkantoran


Dalam manajemen perkantoran terdapat berbagai fungsi yang meliputi rangkaian aktivitas antara lain:

Manajemen dan pengarahan
Tata laksana/penyelenggaraan
Pelaksana secara efisien
Manajemen
Pengawasan
Pengendalian dan pengawasan
Pengarahan dan pengawasan
Pengarahan
Perencanaan, pengendalian dan pengorganisasian
Faktor-faktor menurut Edwin Robinson menyebutkan :

pegawai
Material perlengkapan
Persayaratan
Metode
Sedangkan fungsi-fungsi yang terkait lainnya menurut H.Mac Donald (office management) bertalian dengan 6 hal yaitu :

Kepegawaian perkantoran (office personel)
Metode perkantoran (office methods)
Perlengkapan perkantoran (office equipment)
Faktor-faktor fisik dalam kantor (Physical factor)love
Biaya perkantoran (office costs)
Haluan atau kebijakan perkantoran (office policies)
Perincian selengkapnya mengenai cakupan bidang kerja dalam manajemen perkantoran oleh Charles O Libbey meliputi :

ruang perkantoran (office space)
komunikasi (communications)
kepegawaian kantor (office personnel)
perabotan danperlengkapan kantor (furniture and equipment)
peralatan dan mesin (appliance and machine)
perbekalan dan alat tulis (supplies and stationery)
metode (methods)
tata warkat (records)
kontrol pejabat pimpinan (executive controls)

Tujuan

Tujuan manajemen perkantoran menurut GR Terry dalam bukunya yang berjudul Office Management and Control, yaitu

Memberikan semua keterangan yang lengkap dan diperlukan siapa saja, kapan dan di mana hal itu diperlukan untuk pelaksanaan perusahaan secara efisien
Memberikan catatan dan laporan yang cukup dengan biaya serendah-rendahnya.
Membantu perusahaan memelihara persaingan.
Memberikan pekerjaan ketatausahaan yang cermat
Membuat catatan dengan biaya minimal
Kegiatan[sunting | sunting sumber]
Kegiatan manajemen administrasi antara lain :

Pengadministrasian seluruh kegiatan
Menginventarisasi peralatan kantor
Penyediaan informasi yang dibutuhkan untuk kepentingan manajemen.
Melakukan pengarsipan data sehingga mudah untuk diakses oleh yang membutuhkan.
Melakukan pengadaan file .

Kamis, 22 Oktober 2015

pantun sahabat

Siang siang makan buah markisa
Dimakan bersama kawan kawanmu
Kau memang jauh dari sempurna
Tapi aku bangga jadi sahabatmu

Pagi hari baca surat kabar
Siang hari baca kiriman surat
Aku memang punya mantan pacar
Tapi aku tak punya mantan sahabat

Di atas langit ada awan
Elok sekali ketika aku lihat
Diantara banyaknya teman
Engkaulah yang paling dekat

Malam hari muncul rembulan
Terlihat melintas ke arah barat
Kau mungkin punya banyak teman
Tapi tak tentu punya banyak sahabat

Tangan kanan tangan kiri
Keduanya memegang kartu
Bintang hanya bersinar malam hari
Sahabat bersinar setiap waktu

Jumat, 18 September 2015

Katakan pesan merpati 
Sampaikah jalanmu di sana nanti 
Ucapku menunggu mati 
Dalam kelam tersipu sepi 

Dapatkah langkah 
Merasakan anugrah 
Pencipta gundah 
Dan penglihatan terindah 
Dalam setiap jiwa yang terbelah 

Pelangiku di sana… 
Lebih indah, dari aurora 
Yang singgah dalam jiwa 
Yang buat hidupku bermakna 
Yang bagiku nyawa 
Terpilih selamanya 
Ucapku dengan setia 

Tapi, 
Retak sudah hati 
Tak layak dipandang 
Pantas terbuang 
Berakhir usang 
Di mata kekasih hati 
Apakah nanti? 


Sore ini..dikeremangan senja… 
Aku masih setia pada rinduku… 
Menunggumu…memuaskan dahagaku.. 
Aku perempuan dengan rindu yg terabaikan.. 
Bukan karena tak ada yg merindukanku… 

Tapi aku hanya mau rindumu..bukan rindunya.. 
Bongkahan rinduku..tak tercairkan terik mentari… 
Hanya hadirmu yang mampu mencairkannya.. 
Terima kasih untuk senyummu dikejauhan sana… 
Tapi kali ini aku ingin dirimu hadir dan merengkuhku dalam pelukmu.. 
Meski hanya sesaat…aku ingin… 


Aku bisa sedih dan sedih.. 
Jika kau selalu perlakukan aku seperti ini.. 
Kini aku diam bukan arti aku tak bicara tapi aku tak mampu bersuara.. 
Karena cinta dari mu ku ibaratkan seperti air yang selalu mengalir dan seperti itu lah aku mencintaimu.. 

Dari hati tak selalu pamrih dari jiwa yang tak selalu suci ingin sekali aku menyayangi mu namun, 
cinta ini siksa jika ku tak ada kamu,.. 
walaupun kini aku tak senada dengan janjiku ku ingin cinta ini dapat kau sambut karena, 
jauh di lubuk hatiku.. kau masih kekasih ku,, 



Rindu yang kini datang menghampiriku. 
Tak akan pergi begitu saja tanpa pertemuan denganmu. 
Ku terhanyut dalam buaian rindu 
yang masuk kedalam sukmaku. 

Kini hanya bayangmu yang merajalela dalam kaLbu. 
Tak kuasaku menahan asaku. 
Ingin bertemu dan berpeluk mesra denganmu. 
Hatiku kini terbuai oleh samudra cinta 
yang kau berikan untukku. 
Kini kaulah hantu yang selalu membayang-bayangi setiap langkahku. 



Seakan awan pun mengerti tentang derita ku .. 
perihku,sakitku, karna kehilangan cinta 
awan terbendung dan menghasilkan tetesan air yang melambangkan air mataku yang terus mengalir dari mata,pipi hingga jatuh ke tanah .. 
lama sudah aku larut dalam kesedihan ini .. 
” apakah semua ini ada akhirnya??” tanyaku pada sang mentari .. 
mentari hanya tersenyum merekah dan menampakkan sinarnya pada dunia memberiku isyarat .. 

Dan aku mulai bangkit dari keterpurukanku .. 
tak lama mentari tersenyum .. 
sesosok orang yang aku butuhkan selama ini datang .. 
betapa girangnya aku … 
akhirnya dia kembali untukku .. 
terimah kasih tuhan .. 
akhirnya aku temukan dia .. 
yang selama ini aku harapkan .. 
dan ku cintai ..